7 Perbedaan Mendasar Web Statis dan Web Dinamis

Allyoucanshared.com, RD – 7 Perbedaan Mendasar Web Statis dan Web Dinamis. Hallo sobat readers allyoucan, situs web adalah web yang saling berhubungan dari situs web, biasanya pada server yang sama, berisi kumpulan informasi yang disediakan oleh individu, kelompok, atau organisadi.

Situs web biasanya terletak di server web yang dapat diakses melalui Internet. Sebuah situs web biasanya dapat diakses oleh siapa saja yang terhubung ke jaringan.

Bacaan Lainnya

Namun, beberapa bagian situs web mencegah pengunjung. Biasanya mereka mengharuskan pengunjung untuk mendaftar atau bahkan membayar untuk menjadi pengguna situs.

Pembatasan ini dibuat untuk keamanan, privasi, atau tujuan komersial tertentu. Berdasarkan teknologinya, web dibedakan menjadi dua jenis yaitu web statis dan web dinamis.

Web statis dan web dinamis memiliki kesamaan yaitu tampilan halaman web di internet yang berisi informasi.

Web statis adalah web di mana pengguna tidak dapat mengubah halaman web secara langsung melalui browser.

Jadi website statis ini hanya bisa diedit secara manual. Sedangkan web dinamis adalah halaman web yang isinya dapat sering diperbarui dengan mudah.

Baca Juga :

Berikut Daftar Hp Xiaomi Yang Mendapat Update MIUI 13
Samsung Galaxy Book 2 Pro 360 Flexible dan Memiliki Banyak Fitur

7 Perbedaan Mendasar Web Statis dan Web Dinamis

Berikut dibawah ini kalian bisa melihat ada 7 perbedaan mendasar pada web dinamis dan web statis, yuk simak lebih lanjut dibawah ini.

1. Bahasa Pemrograman

Perbedaan pertama antara situs web statis dan situs web dinamis dapat dilihat dari bahasa pemrogramannya.

Website statis memiliki bahasa pemrograman yang lebih sederhana, hanya CSS dan HTML saja.

Sedangkan pada website statis, bahasa pemrograman yang digunakan jauh lebih kompleks, yaitu PHP, HTML, CSS, Javascript dan juga ASP.

2. Database yang Digunakan

Perbedaan website statis & dimais bisa digolongkan dari pemakaian database. Database sebagai hal yg krusial berdasarkan sebuah website.

Database biasa dipakai menjadi ruang penyimpanan data pada website tersebut. Dalam website tidak aktif, nir membutuhkan penyimpanan aneka macam macam data.

Website tidak aktif lebih menunjuk pada proses data yg diperlukan sang website itu sendiri.

Sementara, dalam website bergerak maju, justru dibutuhkan suatu database yg berfungsi buat menyimpan & memasak data tersebut.

3. Desain

Sebuah website harus memiliki desain yang beragam. Desain merupakan salah satu faktor kunci dalam menarik perhatian pengunjung.

Ini juga merupakan faktor pembeda antara web statis dan web dinamis. Di situs web statis, desainnya cenderung klasik dan sederhana.

Sedangkan web dinamis memiliki desain dengan variasi yang beragam dan modern. Pengelola situs dinamis dapat menambahkan animasi yang menarik untuk meningkatkan tampilan dan nuansa situs web yang digunakan.

4. Interaksi dengan Pemilik Website

Perbedaan selanjutnya antara web statis dan web dinamis adalah interaksi dengan pemilik situs web tersebut.

Setiap pengelola website pasti memiliki tujuan tertentu ketika membangun sebuah website. Situs web statis biasanya dirancang untuk waktu yang lama sehingga tidak perlu melakukan banyak perubahan besar pada situs.

Tidak seperti situs web dinamis, mereka perlu diperbarui secara berkala. Memang, halaman web dinamis memiliki tujuan komersial untuk menarik perhatian pengunjung.

Baca Juga :

Cara Install Database SQL Server Sampai Selesai
Cara Restore dan Backup Database SQL Server

5. Interaksi dengan Pengunjung Website

Jika dicermati, ada perbedaan interaksi antara pengunjung website statis dan dinamis. Hanya halaman web statis yang dapat dilihat dan dinikmati tanpa membuat perubahan apa pun.

Wajar jika website statis dianggap website ada kecenderungan kurang interaktif. Halaman web dinamis, di sisi lain, dibuat untuk menciptakan lebih banyak interaksi dengan pengunjung.

Interaksi dapat dilakukan dengan cara login atau dengan melakukan perubahan pada konten yang terdapat pada website.

6. Konten

Perbedaan antara web statis dan web dinamis dapat dilihat dari segi isinya. Konten berkualitas tinggi berperan sebagai konten sekaligus daya tarik bagi para peselancar web untuk mengunjungi website tersebut.

Di situs statis, konten jarang diperbarui atau diubah. Situs web dinamis, di sisi lain, memerlukan pembaruan konten harian untuk menarik perhatian pengunjung.

7. Proses Pembuatan

Perbedaan antara Web Statis dan Web Dinamis yang terakhir adalah dari Proses Pembuatannya.

Proses pembuatan situs web juga merupakan perbedaan lain antara situs web statis dan situs web dinamis.

Membuat website statis lebih mudah karena website statis tidak memiliki banyak bahasa pemrograman.

Berbeda dengan website dinamis dimana Anda harus membangunnya dari awal dengan waktu build hampir sebulan lebih lama.

Kesimpulan

Oke sobat readers, itu tadi sedikit penjelasan mengenai 7 Perbedaan Mendasar Web Statis dan Web Dinamis. Semoga informasi dan penjelasan yang kami rangkum dan kami bagikan dapat bermanfaat untuk kalian semua.

Terima Kasih

Baca Juga :

Pengertian Linux Secara Lengkap Serta Kelebihan dan Kekurangannya
Perbedaan SSD dan Hardisk HDD Lebih Bagus Mana?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.