Ini Penjelasan Kemendikbud Soal Laptop Untuk Bantuan Sekolah

allyoucanshared.com, Jakarta – Baru – baru ini media sosial Twitter di ramaikan dengan adanya perbincangan Laptop Merah Putih. Seperti pada Jumat kemarin (30/7/2021), dengan kata kunci 32Gb sempat menjadi Tranding Topic di Twitter. Ini Penjelasan Kemendikbud Soal Laptop Untuk Bantuan Sekolah.

Topik itu mayoritas berisi kritikan warganet tentang rencana laptop yang akan di berikan Kementrian Pendidikan, Riset, Kebudayaan, dan Teknologi (kemendikbud ristek) kepala Sekolah.

Beredar juga tangkapan layar tabel spesifikasi laptop yang di sebut – sebut dari kemendikbud ristek.

Ini Penjelasan Kemendikbud Soal Laptop Untuk Bantuan Sekolah

Baca Juga : Xiaomi mi 11 Ultra Spesifikasi dan Harga

Mereka menyoroti lapto yang bernilai Rp. 10.000.000,- per unit hanya mendapatkan Hard Disk sebesar 32GB dengan spesifikasi Chromebook. Menurut warganet spesifikasi itu terlalu rendah tetapi dengan harga yang lumayan Fantastis.

Ini Penjelasan Kemendikbud Soal Laptop Untuk Bantuan Sekolah

Mereka menggunakan kata kunci “Laptop Merah Putih” untuk menyebut Laptop yang akan di berikan Kemendikbud Ristek kepada sekolah – sekolah di indonesia.

Bantuan Kemendikbud Ristek Ke Sekolah

Sementara itu Laptop yang akan di berikan kemendikbud termasuk bantuan dari TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Sebenarnya konsepnya di berikan ke sekolah untuk sekolah – sekolah yang belum memiliki TIK yang memadai. Sekolah minimal layak TIK kalau punya 15 Komputer/Laptop.” Kata Samsuri.

Laptop itu akan di berikan kepada sekolah – sekolah di Indonesia yang belum memiliki TIK memadai . Bukan di berikan kepada siswa per orang.

“Nah masih banyak yang belum memiliki itu, itulah yang di kasih stimulus oleh pemerintah pusat melalui DAK non fisik.” Ungkap Samsuri.

Dia juga meluruskan bahwa harganya tidak harus Rp. 10.000.000,- dan Chromebook. Memang terdapat spesifikasi minimal seperti yang di sebutkan Permendikbud Nomor 25 Tahun 2021.

“Untuk kebutuhan sekolah – sekolah itu di keluarkan standar spesifikasi minimum. Misal Pemda X, nanti harganya mereka bisa nego, spesifikasinya mereka juga bisa nego.” Ungkap Samsuri.

Akan tetapi pemerintah daerah (Pemda) bisa membeli sesuai kebutuhan, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Baca Juga : Xiaomi Mi Mix 4 Siap Rilis | Apa Keunggulannya?

Mengurangi Impor

Terkait munculnya Laptop Merah Putih, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan di buatnya Laptop Merah Putih adalah untuk mengurangi ketergantungan impor.

Dia menjelaskan, saat ini beberapa perguruan tinggi sedang merancang dan mengembangkan Komponen TIK dalam negeri berserta industrinya.

“Laptop produksi dalam negeri sudah di buat ITB, ITS dan UGM bekerja sama untuk membentuk konsorsium, memproduksi produk Tablet dan Laptop Merah Putih dengan Merk DIkti Edu.” Kata Luhut dalam konfenrsi pers virtual (22/7/2021).

“Pemerintah berupaya mempersiapkan riset dalam negeri untuk meningkatkan kandungan TKDN agar dapat memproduksi Laptop Merah Putih mulai dari desain hingga pengembangannya.” Kata Luhut.

Luhut berharap, laptop buatan anak negeri tersebut bisa segera di produksi dan di pasarkan secara komersial, sehingga dapat di manfaatkan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Baca Juga : Apa Yang Di Maksud Pengantarmukaan Peripheral Komputer

Bukan Laptop Merah Putih

Kepala Biro Perencanaan Kemendikbud Ristek M Samsuri menjelaskan, ada salah paham terkait penggunaan kata Laptop Merah Putih.

Ketika di tanya apakah benar yang di maksud dengan Laptop Merah Putih adalah Laptop Kemendikbud Ristek, dia menyalahkan, karena Laptop Merah Putih adalah Laptop yang akan di produksi dala negeri.

“Beda, laptop merah putih itu istilahnya laptop dalam negeri yang sedang di kembangkan, jadi beda yang sekarang di proses pengadaan. Yang di sebut Laptop Merah Putih itu adalah Laptop yang Pure Inisiatif akan di kembangkan murni oleh konsorsium riset Perguruan Tinggi.” Kata Samsuri, Jumat (30/7/2021)

Kemendikbud Ristek berkerja sama dengan ITB, ITS dan UGM melalui konsorsium untuk mendorong produksi Laptop dan Tablet. Jadi tidak hanya Laptop saja.

Samsuri menjelaskan yang di maksud dengan Laptop produksi dalam artinya, memiliki tingkat kandungan dalam negeri dan nanti ada sertifikat TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri).

Di jelaskan juga Laptop Merah Putih tujunnya untuk mendukung kemampuan anak – anak bangsa dalam memproduksi laptop.

“Kalau bisa ngembangin Laptop sendiri, komponen tidak banyak dari luar negeri, banyak anak – anak (Indonesia) yang berkerja untuk membuat Laptop. Jadi bisa menghidupkan sektor – sektor dalam negeri.” katanya.

Baca Juga : Cara Membuat Donat Empuk dan Mengembang Sempurna Untuk UMKM
Begini Spesifikasi& Harga dari VIVO Y53S Yang Baru Rilis Di Indonesia
Sudah Vaksinasi Covid19 Tapi Tidak Muncul Sertifikat! Begini Caranya
Aplikasi Penghasil Cuan Dengan Mudah | Neo+

Tag :

Bantuan Laptop | Chromebook | Laptop 10 Juta | Laptop Kemendikbud | Laptop Merah Putih | Spesifikisi Laptop

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ohh Tidak Boleh